Berita


Selesaikan Masalah Pendidikan UNNES Gandeng PT Charoen Pokphand Jaya

Tuesday, 14 March 2017 | 07:04 WIB

IMG-20170312-WA0008

Pendidikan yang diupayakan pemerintah sebagai usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, dirasakan belum optimal jika melihat masih banyak anak di Desa Parereja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes yang putus sekolah.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (UNNES) DR Isti Hidayah mengatakan hal itu ketika berkunjung di Desa Parereja, Sabtu (11/03). Selain tim LP2M UNNES, hadir pula tim Corporate social responsibility (CSR) PT Charoen Pokphand Jaya.

Menurutnya, UNNES akan berupaya memecahkan secara estafet, karena semua butuh proses yang harus diikuti. “Mudah-mudahan bisa berhasil terutama untuk usulan intervensi UNNES dengan melibatkan Perguruan Tinggi di Brebes dan pihak CSR PT Charoen Pokphand Jaya,” kata Isti.

Menanggapi hal itu, Manager di PT Charoen Pokphand Endang Fuad mengatakan, siap bersama-sama dengan UNNES memajukan Desa Parereja.

“Desa ini adalah wewenang CSR kami, sehingga jika ada usulan terbaik untuk kemajuan masyarkat desa, kami siap menindaklanjuti,” ujarnya.

Menurut Kepala Desa Parereja Wakim, masih adanya anak yang tidak sekolah dalam usia sekolah di Desa Parereja ini  menjadi sebuah persoalan kompleks. “Oleh sebab itu perlu adanya kegiatan yang mendukung upaya tuntas wajib belajar pendidikan dasar di Desa Parereja ini,” jelasnya .

Upload by: Arief Setiawan